Latest Post

Awal Dulu Sekarang


Waahhh hampir 6 tahunan dah jarang menulis di blog ini alias ga keurus plus malas, tapi mendadak kemaren kepengen banget buka blog ini dan mesem-mesem sendiri baca tulisan ini tapi selain itu, istriku mengenalkan beberapa tulisan saya kepada anak-anak walau bukan di blog ini tapi di Blognya Omiyan yang cukup fenomenal heheheh khususnya tulisan tentang mereka, dan ternyata responnya mereka rimbay cai panon alias meneteskan air mata xixixi.

Sekarang sedikit saya bercerita tentang mereka yang 6 tahun lalu saya ceritakan di blog ini kini telah tumbuh dewasa dimana teh Bunga sudah kelas 3 MTS dan tahun ini Insya Allah dah mau SMA/SMK kemudian yang kedua Meymey atau Bintang sebentar lagi menginjakan kaki ke bangku SMP dan kembar Dania Denia mau kelas 3 SD.

Andai tidak malas menulis waktu 6 tahun yang hilang pastinya banyak tentang tumbuh kembangnya mereka dan tentunya tentang kisah asmara kami heheheh, namun tak pernah ada kata terlambat untuk memulai kembali mengisi blog ini walau boleh dibilang kini mulai surut dengan berkembangnya Facebook yang mendominasi media sosial tentang berbagai hal, tapi mempertahankan sebuah tulisan di blog ini buat saya pribadi istimewa juga karena saya masih punya rumah lain untuk bercerita.

Jujur seiring dengan tidak perginya wabah corona membuat kami lebih banyak menghabiskan waktu dirumah terutama anak-anak, dan imbasnya untuk bertemu dengan keluargapun terbatas dengan adanya kebijakan pemerintah tapi terlepas semua itu kami jadi makin dekat dan mengisi waktu dengan hal hal yang terkadang jarang kami lakukan sebelum wabah melanda, terutama untuk saya dan istri yang senantiasa mengisi waktu dengan menonton drakor hehehehe biar telat tapi waktu yang kami luangkan ini jujur mengingatkan perjalanan awal menikah ketika libu telah tiba kami isi dengan menonton tayangan TV.

Sekian dulu ya sebagai pembukan ntar disambung lagi cerita tentang keluarga kami....

Salam

        



 

Ekspresi dari Sebuah Sepeda

Namanya juga anak-anak, banyak hal yang bisa diceritakan dari mereka apalagi bila mendapatkan sebuah barang yang menjadi impiannya.

Belum lama ini selepas kami mudik, dan kebetulan hari Ulang Tahun anak pertama dan kedua bertepatan pada bulan Juli kalau yang kedua pas bulan Puasa maka yang pertama setelah lebaran, tapi kami menjanjikan hadiahnya selepas mudik khusus untuk anak pertama kami yaitu Bunga.

Namun apa dikata hadiah yang niatnya kami berikan hanya untuk anak pertama saja ternyata bengkak jadi untuk ke empat anak kami, terutama sikembar begitu sibuknya memilih sepeda hehehe bahkan Dania ga mau melepas sepeda yang udah dinaikinya.

Yah mau gimana lagi kalau ga dibeliin alamat ribut dan rebutan ntar dirumah, dan walau belum bisa mengayuh sepedanya tapi ekspresi sikembar selalu ada saja yang pantas untuk dijepret ... dan hasilnya ya lucu pastinya ....

Anakku .... senang dan bahagia rasanya melihat kaliannnn bisa tersenyum....

 

Sebuah Kisah di Minggu Pagi

Tak banyak yang ingin saya kisahkan atau ceritakan, cukuplah beberapa hasil jepretan kamera ini berbicara. Melihat mereka walau sejenak bisa sarapan pagi bareng sangat sangat menyenangkan dan tentunya membahagiakan, walau waktunya begitu singkat tapi kami selalu berharap hal seperti ini bisa membekas dilubuk hati 4Bidadari kesayangan.

Kelak dimanapun suatu saat nanti momen seperti ini akan mereka ciptakan kembali dengan orang kesayangannya.

Ya di minggu pagi tanggal 16 Agustus sebelum siangnya ikut lomba Agustusan yang diadakan oleh RT ditempat kami, anak-anak diwajibkan sarapan terlebih dahulu agar punya tenaga dan tentunya semangat ketika mengikuti lomba tersebut.


 

Ayah Kok Ga Sepedaan ....

"... Ayah Kok Ga Sepedaan ...." 

Rutinitas sepedaan saya biasanya seminggu sekali yaitu hari sabtu atau minggu, sungguh itu hobi yang selalu saya tunggu karena asyik dan tentunya sehat untuk diri saya sendiri.

Namun terkadang saya tidak bisa memungkiri selalu terselip perasaan tidak tenang atau bisa dikatakan perasaan tidak enak tatkala melakukan kegiatan tersebut dan perasaan tidak enak tersebut terutama kepada istri dan anak-anak, terlebih setelah anak kembar lahir perasaan itu makin menyelimuti.

Ketika pulang gowes saya bisa merasakan betapa senangnya anak-anak menyambut saya .... " Horee ayah pulang ... ", dan pastinya saya tersenyum, letih dan cape setelah sepedaan membuat saya memilih istirahat sebentar guna memulihkan kembali tenaga.

Hari terus berlalu terkadang saya berpikir " apakah saya telah menyia-nyiakan waktu untuk anak-anak .. " atau memang faktor saya yang lebih mengutamakan perasaan dalam melakukan sesuatu, memang saya termasuk yang ga enakan ketika akan melakukan sesuatu hal selalu memikirkan hal lain.

Maka akhirnya saya mencoba untuk tidak melakukan hobi saya sekedar menangkan hati, jujur ada perasaan aneh ketika anak bertanya ...
"...Ayah ga sepedaan ... "
Ada semacam perasaan sedih, sedihnya bukan karena saya tidak bersepeda, akan tetapi sepertinya saya baru menyadari jika saya telah sedikit membuang waktu kebersamaan dengan anak-anak, apalagi melihat usia anak-anak yang senantiasa ingin selalu bersama ayah ibunya.

Akhirnya kebiasaan bersepeda dihari sabtu atau Minggu berganti dengan waktu mengantar istri kerja atau sekedar bermain dengan anak-anak tapi jujur saya merasa puas atau bahagia, setidaknya setelah hari-hari yang tersita dikantor bisa saya tutupi dengan membagikan waktu yang ada di Sabtu Minggu dengan orang yang dicintai (anak dan istri).

Walau saya tahu istri dan anak-anak akan selalu mengijinkan jika saya bersepeda akan tetapi saya kadung menikmati waktu yang ada, menikmati rengekan, candaan, dan tangisan mereka di hari libur sebuah kenikmatan yang tiada tara, buat mereka kebersamaan bersama orang tua adalah sebuah hal besar sebuah hal yang menyenangkan karena jarang-jarang melihat orang tuanya ada dari pagi sampai sore.

Jika melihat Fania atau Bunga yang udah berusia 9 tahun, masih terasa menggendongnya ketika bayi beserta tangisannya, tapi sekarang Bunga dah besar dah bisa marah dah bisa membantah dah bisa ribut ...... itulah waktu yang terus berputar, sayang rasanya jika harus terbuang.

"... Ayah Kok Ga Sepedaan ...."
 Selalu pertanyaan yang sama, tapi saya selalu menjawab ...
 " Ga sayank, ayah pengen nemenin Memey, teh Bunga dan kembar ... "
" Ayah senang bisa bermain dengan kalian, ayah senang bisa bikin kalian tertawa, menangis walau terkadang diselingi teriakan hehehe, tapi ayah suka semuanya ... "
Dan untuk sepedaannya, saya mengakalinya dengan Bike To Work atau di hari Sabtu atau minggu tapi di jam sore harinya .....

... Biar jarang sepedaan ternyata upgrade sepeda tetap jalan ... hahahahaha .... "
 

Anak Kembar Yang Tertukar

Pasti pertanyaan yang sering ditanyakan pada anak kembar adalah "yang mana kakak? yang mana adik?" ketika mereka lahir kedunia , dokter yang membantu persalinan kembarku, mengatakan bahwa yang lahir duluan lah ini kakak , kemudian kami beri nama Dania Mutiara Rizki, nah yang lahir terakhir di sebut adik ,kami beri nama Denia Mentari Rizki. Mereka ini terlahir mirip banget , namun terkadang bisa ku kenali dengan benar, meskipun lebih sering aku salah dan terkecoh oleh tingkah polah mereka. Inilah kisah tertukarnya mereka...

1. Acara paling penting sebelum tidur adalah sikat gigi, suatu hari salah satu nya sikat gigi  , karena sikat giginya belum dikamar mandi dikarenakan takut jatuh karena 2 anak ini lagi aktif bererak, setelah sikat gigi selesai, aku kembali kekamar mandi untuk ganti perangkat sikat gigi, nah ketika aku kembali dari kamar mandi mau sikat gigi anak yang satunya , aku bingung anak mana yang belum sikat gigi anak mana yang sudah sikat gigi, meskipun aku sudah berjuang keras untuk mengenali dan mengingatnya , namun hasilnya NIHIL, maka kuputuskan keduanya kusikat kembali giginya  dan benar benar ku ingat tandanya ....(kasihan kan yang sikat giginya jadi 2 kali hehehehe maafin mama ya nak)

2. Biasanya Denia gampang banget makan obat , Dania susah makan obat . suatu hari Dania mudah banget makan obat tanpa perlawanan pokoknya sukarela banget. Kebalikannya Denia susah banget makan obat sampai lari lari , biasanya dia yang nyamperin obat, bingunglah aku , apa kali ini aku salah mengenali anak dan telah salah memberi obat , masalahnya Denia pake antibiotik , Dania tidak. penasaran kutangkaplah Denia kuangkat tangannya (karena ada tanda lahirnya) sedangkan Dania tidak.

Benar yang kutangkap adalah Denia jadi aku tidak salah memberi obat yang pertama kali kepada Dania. akhirnya dengan perjuangan 3 orang dewasa masuk juga obat itu kemulutnya. padahal biasanya hal itu dilakukan kepada Dania.

3. Bangun pagi, ritualnya minum teh manis atau  susu lalu makan biskuit. pagi ini denia kuberikan piring besar untuk makanannya, dania piring kecil. biasanya sama berhubung denia lagi sakit biar mudah kubedakan (maksud hati) . 

Lalu turunlah anak kembar ini dari meja makan dengan membawa piring kecil menuju kamar depan. secara naluri aku mengenalinya sebagai Dania , yang satu lagi duduk di kursi sofa kiri tanpa membawa piring. 

Tak lama kemudian keluarlah anak dengan piring kecil dari kamar lalu ditaruhnya piring itu di sofa  kanan, lalu menuju meja makan mengambil piring besar. lalu kuhampiri kubilang padanya bahwa itu punya Denia, (maksud hati punya Denia jangan dimakan Dania takut ketularan karena Denia lagi sakit ) ehhhh anaknya malah kekeh mempertahankan piring besarnya sambil bilang dede dede dede dan aku juga kekeh mau mengambil piring itu sambil menjelaskan punya dia sudah ada disofa kanan. sambil nangis dia tetep bilang dede dede (maksudnya punya Denia).

Dan datanglah Meymey dari arah meja makan , menjelaskan padaku , "Ma , ini Denia (menunjuk pada anak yang nangis karena piringnya mau di ambil olehku) dan ini Dania (menunjuk pada anak yang duduk manis di sofa kiri) " .

Lalu kuangkat tangan anak yang ada didekatku ternyata benar dia adalah Denia .... lalu kupeluk dia yang sudah tersedu sedu menangis dan minta maaf berkali kali, karena mama salah mengenalinya ... banyak banyak istigfar mama jadinya (jujur kukatakan dari suarapun tidak bisa kubedakan) #gubrak#

4. Kubertannya pada ibu (demikian aku memanggilnya, dia salah satu pengasuh anakku, usia jauh diatas ku ) "Bu, Denia anget ga?" karena dia berdiri didekat salah satu anak kembarku. Lalu di pegangnya kening anak itu dan menjawab "tidak , Bu" (mereka juga memangilku dengan sebutan Ibu) lalu Teh Henny ( Pengasuh yang lebih muda) menghampiri dan mengangkat tangan anak tersebut lalu dia bilang "Salah Bu ini Dania bukan Denia" hahahaha salah lagi

Dan masih banyak lagi kisah lucu dan serunya mengasuh kembar... sampai jumpa di lain waktu
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Lelaki'5 Perempuan - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger